Hey, I’m back..

Hey! It’s me Kya. Asiik, uda kaya pembawa acara aja nih. Hehe, akhirnya aku kembali menulis. Entah ada angin apa, yang jelas bukan angin dubur. Hem apa sih, garing BUHUHUAAANGET deh. (haha tetep ya?) Ya, aku belum berubah sedikitpun. Masih tetep Kya yang sama, eh ada yang beda sih, blackberry aku rusak. Dan sekarang blackberry udah bukan barang ekslusif lagi, udah jadi pasaran. Lebih pasaran dari blackcherry dan blueberry (merek merek cina sialan, jago juga mereka niru!).

Hm.. Malem ini aku ga ada niat buat nulis tentang sesuatu yang melucu atau bahagia sebenarnya. Aku mau menulis tentang apa yang terjadi selama aku vakum menulis.

*

Kenapa Tuhan menciptakan agama? Dari dulu sampai sekarang, aku ga pernah bisa berhenti mikirin dan bertanya tentang pertanyaan ini. Mungkin pertanyaan ini ga penting buat kalian yang ga punya masalah yang berhubungan langsung dengan agama. Mungkin pertanyaan ini kedengerannya nakal atau sompral atau apalah, terserah lo pada. (wets marah gaul) Tapi buat aku, pertanyaan ini begitu penting, mendalam, menusuk, membuat kadang kalbu terpecah pecah menyadari bahwa jawaban atas ini malah membuat hati semakin pilu. Aku dibuat semakin bingung dengan eksistensi agama di dunia ini.

*

Semua berawal ketika aku jatuh cina. EH? HAHA SALAH NULIS. Jatuh cinta maksudnya! Haha, ya aku jatuh cinta. Tapi ini lah yang membuat aku sempat hilang untuk 20 juta ribu tahun lamanya, menghilang bersama dinosaurus-dinosaurus yang sudah punah, menghilang bersama mereka di sebuah dimensi yang bisa kamu bilang lampau, tapi buat aku, tak terjangkau. Aku hilang bersama euforia yang membuat aku merasa hidup ini lebih berarti dibandingkan dengan kepuasan yang diberikan oleh uang dan barang-barang high tech yang orang tuaku bisa berikan. Kehebohan twitter, plurk, facebook, ataupun formspring yang baru saja menggelegar dunia maya pun tidak membuatku sedikitpun menolehkan leher untuk melirik. Aku terlalu tenggelam dalam dimensi yang walaupun jijik buat diutarakan, dimensi cinta.

Tidak ada yang lebih indah dari jatuh cinta. Mencintai dan dicintai, sebuah simbiosa yang tak tergantikan. Ketika matanya memandang mata aku, mengalirkan sebuah getaran ketulusan yang hanya bisa dirasakan detik itu, hanya detik itu. Kita berdua merasa, dirasa, terasa. Semua terasa begitu mengambang, waktu hilang, tak ada pikiran untuk mengingat hitungan terbilang. Ketika kita berdua mendengarkan lagu Senyum dari Selatan-nya Sore, dan sama sama terbawa oleh imajinasi liar. Imajinasi yang berujung pada sebuah sintesa perasaan dari kedua belah pihak yang membawa kegaduhan nada menjadi sebuah kesunyian hati tak terbelah. Ketika kita saling tersenyum, saling memandang tanpa memikirkan masa lalu, kemarin, 2 detik yang lalu atau apapun. Ketika apa yang kita rasakan adalah saat itu, hanya detik itu, dan keseluruhan saat dalam dimensi itu membuat kita meneteskan air mata bahagia yang entah darimana datangnya, kita pun tak memikirkan asal muasal daripadanya.

Aku jatuh cinta, bukan cina. (kali ini bener) Mungkin bukan untuk pertama kalinya, tapi sebenernya kalau boleh jujur. Setiap perasaan cinta akan selalu terasa seperti yang pertama? Aneh, aku juga gatau kenapa. Tapi, aku tau cinta selalu memberikan sensasi sensasi baru yang manusia kejar semasa hidupnya. Namun kali ini sensasinya berupa paradoks yang tak terelakkan. Aku jadi heran, kenapa harus ada sedih ketika kita bisa bahagia? Kenapa harus ada perbedaan ketika kita bisa sama? Kenapa harus ada agama sebagai pembatas cinta ketika kita semua adalah sama, manusia?

Menurut aku, perbedaan agama bukan sebuah permasalahan. Namun memikirkan tentang halangan dan rintangan yang akan datang di hari nanti, membuat setiap memori dan kenangan indah itu fana, palsu, tidak berguna. Terkadang dia hanya tersenyum, dia melihatku menangis meneteskan air mata paradoksal. Dia bertanya, “you love me that much? that’s so sweet.” Padahal air mata itu adalah lambang kecemasanku, ketakutanku. Adalah sesuatu yang wajar bukan untuk cemas? Sesuatu yang manusiawi untuk takut?

Tetapi kenapa harus takut dengan pandangan orang lain? Aku udah nonton film Cin(t)a, dan film cin(T)a, dua duanya film indie yang menggambarkan begitu pahitnya pandangan masyarakat indonesia (terutama yang kolot) terhadap pernikahan dua insan yang berbeda agama. Aku jelas ga punya pandangan kaya gini, tapi aku ga bisa mengelak kalau orang tua dan keluarga akan selalu berperan dalam kisah kali ini. Di sinetron hidup aku yang udah jauh lebih dramatis tanpa efek bibir merah membara, make up norak, dan efek zoom in zoom out. Kenapa karena padangan orang tua yang didasari oleh asupan dogmatis, aku ga bisa menikah dengan orang yang beda agama? Karena aku perempuan islam, aku jadi ga bisa menikah dengan laki laki non-islam? Karena dia ga bisa jadi imam bagi keluarga aku? Apa ga terlalu menghakimi pendapat seperti itu? Itu bahkan bukan pendapat, itu diimani oleh dua puluh juta ribu umat Islam di dunia ini dan dijadikan pedoman hidup mereka.

Aku ga pernah mau nyalahin siapa siapa, agama, ataupun ajaran apapun di dunia. Aku cuma bertanya. Karena pertanyaan ini lumayan menyakitkan ketika mendengar jawaban dari mereka yang seharusnya menjawab. Mungkin banyak orang di luar sana yang ga peduli, aku juga ga peduli. Tapi kesedihan ini sering muncul, ketika puncak kebahagiaan itu datang. Perasaan itu, sering harus aku tutup tutupi. Dengan tersenyum, atau tertawa. Dimana ga ada yang tau kalau sebenarnya ada perasaan sakit yang menetap, memandang kecemasan yang tak kunjung hilang. Pengen rasanya mengumpat, marah-marah, teriak sekeras-kerasnya di mobil sampe kaca pecah kalau bisa! Tapi, di mobil lah aku pernah merasakan kebahagiaan yang tak tergantikan. Ketika alunan lagu lagu Sore malam itu terasa jauh lebih bermakna karena adanya kehadiran seseorang yang aku cari selama ini. Kesedihan dan kesenangan dalam suatu titik yang sama. Bingung, hancur, ga bisa berkata apa apa, sampai aku lelah buat bertanya.

Tetapi, malam ini, aku ga bakal lagi nanya. Aku bakal berhenti bertanya.

Karena tidak ada agama yang bisa membedakan manusia satu dengan lainnya.

Dan karena aku sadar bahwa bentuk cinta yang paling murni, adalah Tuhan.

Tuhan tidak akan pernah memisahkan hamba-Nya yang saling mencinta.

Tuhan aja ga bisa, apalagi pandangan manusia lain.

Selamat tengah malam.

Love,

Kyalau (Kya Galau haha)

kya would never..

her solitude.

Kenapa ya?

HAHA, awalan yang ga jelas.

Ya, tapi emang ada sesuatu yang begitu mengganjal style dalam pikiran, wets sok serius haha. Jadi orang yang suka menyendiri, atau kemana-mana sendiri itu aneh ga ya? Aneh sih kayanya haha, tapi aku pengen cari pembenaran aja, mungkin ada orang-orang lain yang merasakan hal yang sama kaya aku di dunia yang maia ini, WETS MAIA PAKE I BUKAN Y.

Kadang ada banyak hal yang rasanya jauh lebih nyaman dilakuin sendiri, ya kaya boker, pipis, mandi, hmm yaya, haha, ga deng. Maksudnya pergi sendirian ke taman bacaan yang sebenernya ga ada tamannya sama sekali, minum kopi di kedai kopi (alah, Starbucks mah bilang aja Starbucks! Soksok kedai HAHA), atau mungkin pergi sendiri ke daerah perkampungan buat sekedar jalan-jalan liat orang e’e’ (wets pake double ‘ain) di sungai. Apa itu aneh? Aku justru ga merasa aneh sih, aku merasa nyaman, nyaman banget senyaman tidur di sofa hatimu! HM. Tapi banyak banget yang ngasi testimonials (gila gila, so FRIENDSTER STYLE) dan bilang kalo itu adalah aneh untuk dilakukan.

Goni (masih ingat Goni? Temanku yang setia namun bernama aneh ini haha):

“Kya, lu tuh aneh banget deh, masa lu suka jalan-jalan sendiri geto sih? Gilaa, lu tuh ya, FREAK-A-BIS-CUIT”

Juga ada dari si Cherokee, temen aku yang cantik dan sok inggris tapi namanya aneh juga, katanya sih gara-gara dilahirin di mobilnya hmm, bukan iklan:

APA? Jalan-jalan sendiri? ANEH BANGET LO, KYAA! Mending kaya ghuwe, pake tie-dye ke PVJ. This is like, soooo friggin’ in right now!”

Si Turi yg aneh itu juga selalu komentar, padahal aku ga pernah komentar tentang namanya yang katanya sih gara-gara Ibunya suka nonton TVRI, HM.

“Kya.. kamu ko aneh sih suka jalan-jalan sendiri. Suka sex ya?”

HAHA dasar teman-teman yang aneh, tapi mereka bagus loh. Ada yang mau? Haha emangnya barang? Hm.

Pas aku sendiri, aku punya banyak waktu buat mikir. Mikir segala sesuatu sebebas-bebasnya! Kan kalo ada orang atau temen yang nemenin aku, aku ga bebas berpikir, pasti aja ada waktunya tiba-tiba diajak ngobrol, atau disuruh pake tie-dye barengan ke PVJ (HMM), atau ngomongin profile picture facebook orang yang di-add padahal ga kenal.

Dan kalo aku sendiri, aku bisa mikir sebanyak-banyaknya. Malah kadang aku keinget memori masa lalu, wets haha. Kaya waktu itu aku lagi sendiri di taman bacaan tak berpohon, dan tiba-tiba aku inget masa-masa SD aku.

-

Hari itu hari pertama aku sekolah. Aku inget, pas itu Kelas 4 Caturwulan 2. Haha masih pake caturwulan. Aku baru pulang dari Belgia setelah 3,5 taun tinggal disana. Pas sampe Indonesia, aku sama sekali ga bisa bahasa Indonesia! Tapi harus sekolah, yaudah. Terpaksa sekolah, masa putus sekolah gara-gara bule? HAHA SOK BULE. Dan hari itu aku masuk sekolah dengan sebelumnya uda bermimpi wah bakal kaya di film-film nih, ada murid baru masuk kelas, dari luar negri, yang langsung dikerubungin gitu! Haha, dan gataunya pas masuk kelas, lagi pelajaran IPS.

Dan hari itu ada ULANGAN. HAHA, aku yang ga ngerti apa-apa, langsung dibagiin soal ulangan. Aku masang muka hamster, menandakan ketidakmengertian haha, terus ada anak SD yg duduk di belakang aku bilang ke gurunya, “Bu, tapi dia murid baru, masa harus ikut ulangan juga?”

Bu Guru Jutek Sok Penting: Ibu ga peduli. Siapapun dia, harus ULANGAN!!

Aku bener-bener gatau harus ngapain, argh? GA BISA BAHASA INDONESIA WOY! Akhirnya aku tulis nama, sambil bingung ngapain selama 1 jam haha. Dan pas diperiksa bersama sekelas, ternyata aku dapet 0. HAHA ya iyalah!
Langsung aku nangis, satu SD banjir air mata sungai kyara haha, dan pas siangnya, Mama jemput. Pas Mama jemput, aku lapor ke Mama tentang kejahanaman sang guru di pagi hari.

Akhirnya Mama yang juga ikutan emosi haha like daughter like mother, Mama langsung bilang:

“AYO KITA LAPORKAN PERIHAL INI KEPADA KEPALA SEKOLAH SEKARANG JUGA!”

HAHA, gila gila. Dasar Mama gokil, dan akhirnya kita lapor ke Kepala Sekolah. Ibu Kepala Sekolah aku baik, tapi namanya ejaan belanda. Hm ga nyambung haha. Dan Mama langsung mendramatisir keadaan dengan cerita sambil ikut nangis (HAHA acting mode ON), dan ga lama kemudian Ibu Kepsek manggil si ibu guru sok galak, dan MARAHIN HABIS-HABISAN si guru itu! HAHA PUAS!

Gila gila, keluarga picik! Haha, tapi aku dikasi waktu seminggu buat adaptasi dan harus ngulang ulangan yang tadi pagi. Dan gara-gara itu, Mama merasa tertantang. Wets harusnya kan AKU yang tertantang? Ko MAMA? HAHA.

Selama seminggu itu, setiap malem aku diajarin IPS sama Mama. Dan Bapa juga suka bantu-bantu.

“Ayo Kya, cepet ikutin kata-kata Mama. Hutan adalah..”

“Hutan adalah…..”

“sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya, dimana kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfera Bumi yang paling penting.”

“Hah? Tidak bisa, Mam. Sangat panjang. Ulangi.. Dan pohon itu apa, Mama?” (masih baku style bahasa indonesianya haha)

Dan kalau malem, Bapa selalu bantuin aku buat tes peta buta yang susahnya kaya nenek menggeroyot rambutan di petang hari.

“Ini namanya Kota Indramayu.”

“Oh iya.”

“Coba ini namanya kota apa tadi?”

“Lupa.”

“Indramayu. Inget aja Oom Indro, temen bapa.”

“Ya, Pa.”

-

Dan semua bayangan itu jelas banget, kaya nonton film, tapi bedanya ada unsur emosi yang ga bisa didapetin kalo nonton film-film biasa, dan bedanya film yg ada di otak aku selalu bagus, ga pernah sampah HAHA (soalnya kan pengalaman sendiri hehe subjektif).

Bayangan kaya gini ga akan bisa aku dapetin kalo aku selalu ngegrup,  ngegeng, ngeklik, ngelompok, dan selalu bareng temen-temen aku yg aneh itu, dan menyendiri itu kadang bisa jadi sesuatu yang adiktif. Menyendiri itu udah menjadi sebuah candu, kadang aku malah pengen sengaja ngehindar dari kehidupan bersosialisasi demi mendapat waktu sendiri. (autis zzz)

Orang-orang mungkin bisa bilang aku Blackberry Girl (HAHA PEDE), tapi yang jelas, aku menghidupi sebuah kontradiksi. (ga nyambung, gila) Antara hidup berkelompok yang mendominasi terutama ketika aku lagi di kampus, dan hasrat untuk menyendiri yang ga bisa lepas.

Maka dari itu, aku mau berlibur ah 2 minggu ke Amerika supaya bisa punya waktu seutuh-utuhnya sendiri. HAHA SOK KAYA :P

Love,
Kya.

Say Hello to New York, Baby!

Say Hello to New York, Baby!

kya dan mama…

Kya itu identik dengan ketawa, haha-hihi, meledak-ledak DHUAR!, dan poin iDescribe tertinggi di facebook adalah CHEERFUL (Hm yaya! Haha). Dan aku suka sama pandangan orang seperti itu tentang aku, seorang Kya… yang ga suka dipanggil Kia pake i, walau pengucapannya ga ada bedanya haha.

Tapi kadang, aku merasa tertekan buat ngeluarin diri sendiri yang sebenarnya. Maksud aku, bukan berarti aku ini orang lain! Aku ini Kya. Kya seutuhnya, wets, seutuhnya. Tapi aku percaya semua orang di dunia ini punya topeng. Mereka, dan termasuk aku, pasti pake topeng di setiap komunitas yang berbeda. Topeng itu ga selalu jelek ko, tapi juga ga selalu bagus. Jadi ya sebenernya topeng itu ya.. topeng. HM YAYA. Maaf ga jelas hehe.

Seperti ketika aku lagi di sekolah nih ya, eh kampus deng! Wets uda KULIAH GIRL ya skarang? Haha. Sifat aku menyesuaikan diri menjadi lebih dewasa, dan lebih mandiri. (Padahal boong, ga juga HAHA) Dan ketika aku bersama teman-teman tercinta, aku langsung memakai topeng ASIK. Eh! Aku sih emang asik jadi ga harus pake topeng, perasaan. HAHA! Ga deng, itu sejujur-jujurnya adalah topeng. Percayalah! wetss percayalah.

Di dalam keluarga aku sendiri, aku punya topeng yang lain. Hm… Ko banyak ya topeng aku? Lama-lama jualan! Haha garing girl. Dan topeng itu pecah siang tadi. Karena tadi aku berantem sama Mama…

Mama itu adalah ibu. (HM YAYA haha)

Sebenernya, aku sering banget berantem sama Mama, kadang berantemnya karena hal kecil, kaya aku nginjek semut kecil. Ehem ga deng haha. Ya hal kecil contohnya seperti aku positif HAMIL. Tapi bohong. HAHA. Dan hal besar seperti lupa meng-FLUSH toilet abis e to the e!

Tapi hari ini aku ngerasa ada sesuatu yang beda dalam keberanteman kita. (wets kata apa itu? haha)

Mama hari ini marah-marah karena aku lupa shalat maghrib. Padahal aku dari sore di rumah. Aku… hm, gimana ya? Jujur aja sebagai remaja biasa di dunia ini ga bisa lepas sama yang namanya godaan setan, dan kemalasan untuk shalat. Tapi aku ga mau selalu nyalahin setan walau itu tertulis di kitab agama aku (bukan Rectoverso kok, catet! HAHA) bahwa mereka itu ahli goda-menggoda. Soalnya kadang aku bisa ngerasain bahwa aku sendiri, personally weysss SOK INGGRIS, kadang bisa lupa 89178,13% buat shalat.

Mama marah karena Mama gamau anaknya lupa sama Tuhan. Tapi kenapa ya aku ga suka dimarahin sama seseorang karena masalah aku dan agamaku? I mean, (HAHA SOK INGGRIS VOLUME 2) Maksud aku, keimanan itu cuma aku yang tau. Dan seharusnya Mama ga terlalu ikut campur masalah keagamaanku, toh aku udah besar. 18 tahun gitu! Uda bisa HAMIL nih umur segini! Haha tapi ga hamil sih, pacar aja ga punya haha zzz.

Di sisi lain, aku menghargai usaha Mama mengingatkan aku buat shalat. Lagipula aku sayang banget sama Mama. Tapi pada saat itu, aku terlalu emosi dan meledak-ledak dan bilang kalau ini semua salah Mamah sama Bapah (Hm ko jadi pake H di akhirnya? HAHA) karena:

Ga pernah ajak aku ke Tanah Suci.

Pernyataan itu bener-bener bego, dan aku gatau kenapa bisa terlintas di kepala aku buat ngomong kaya gitu ke Mama. Aku tau Mama sedih, karena anaknya cuma bisa menuntut, dan malah nyari kambing hitam atas kemalasan aku buat shalat. Yang parah, kambing hitamnya adalah Mama. Aku merasa bersalah, aku pengen tiba-tiba ngilang pada saat itu.

Ga lama kemudian, Mama diem. Cukup lama, sampe bisa bikin aku ngerasa jadi ANAK DURHAKA 2009. Hm yaya aku sedih tapi masih bisa sok ngelucu ya? Aneh. Aku liat mata Mama.  Aku ga tahan liat Mama diem menatap aku lama banget. Aku langsung peluk Mama, dan sambil nangis aku bilang dengan bahasa yang agak-agak ga jelas. Soalnya kalo aku nangis agak heboh dan histeris sih, hehe…

“Mama… Maafin aku… Tapi kenapa harus nyalahin Kya kalo Kya ga rajin shalat? Kya selama ini selalu dikasih apa yang Kya mau sama Mama. Blackberry, Macbook Air, iPod Touch, DSLR, Tas Anya Hindmarch, 3 kamera Lomo, liburan ke Jepang, Korea, Praha, dan sekolah di Amerika.

Kya suka sama semua ini, dan Kya berterimakasih buat semua yang Mama sama Bapa udah kasih ke Kya. Tapi kalo Mama marah karena Kya ga shalat tadi, kenapa Mama ga ngaca sendiri?

Kapan Mama pernah ngaji bareng Kya? Kapan Mama sama Bapa pernah ngajak Kya NAIK HAJI padahal buat pergi ke berbagai bagian dunia yang lain Mama selalu ajak Kya?

Tapi sebenernya pertanyaan yang paling besar ketika Kya ngeliat Mama sekarang, kapan kita BISA naik Haji bareng, Mam? Kapan?

Mama tersedak, Mama nangis. Aku masih inget hentakan yang Mama ciptakan dalam pelukan sesaat itu. Mama ga pernah nangis sekeras itu.

Aku tau agama milik Mama juga bukan urusanku. Tapi keinginan aku buat pergi melihat Tanah Suci bareng keluarga, lengkap, akan selalu menjadi resolusi nomer pertama di setiap tahunku.

Kadang aku berharap kalau ga ada yang namanya agama di dunia ini.

kya suka singing, hm yaya!

Hari ini hari kamis yang menarik, dan semua ini Goni yang memulainya.

Goni (nama yang tidak wajar): “Eh kya, hobi lu apa sih?”

Kya: “Hobi aku nyanyi dong.” (pembicaraan tidak sinkron antara Goni dan Kya, dmana Kya pake aku-kamu, dan Goni pake gw-lu! HAHA)

Goni: “Knapa bisa suka nyanyi, Kya?”

Kya: “JADI GINI GON.. aku pengen cerita sedikit tentang hobi aku. hobi aku banyak banget sebenernya, salah satunya minum. Haha hm yaya naondeui. Ga deng, aku pengen cerita aja dikit tentang betapa aku sangat mencintai.. menyanyi! Yeah! Haha apaan sih sok-sok yeah.

Kadang aku suka heran loh Gon, ko bisa ya setiap mulut yang ada di dunia ini bisa mengeluarkan bunyi-bunyian yang berbeda, suara yang berbeda? Haha aneh banget! Dan anehnya kenapa kalo si F (haha knapa harus F?) nyanyi, dia suaranya bisa bagus, tp si T fales. Padahal mereka jurusan kuliahnya sama, hmm yaya ga nyambung. Tapi maksud aku, gila gila Tuhan memang gaul bangetlah bisa menciptakan kita kaya gini!

Nah, hobi aku kan nyanyi nih, Gon. Ya ga jago-jago amat sih.. cuma lumayan jago lah. HAHAHA SOMBONG GILA. Ga deng, tp ya insyaAllah suara aku ga kaya si F tadi. (haha padahal F hanya huruf belaka). Buat aku, nyanyi itu keharusan di setiap aku beraktivitas dan berkeringat! Hmm yaya haha! Hidup aku itu bak musical! Makanya aku juga suka banget nonton musical seperti Elementary School Musical 3, Junior High School Musical 3 (hm ngegaring mba? haha) walau ceritanya sampah juga haha tetep ZUKA-ZUKA. HM.

Contohnya nih kalo aku lagi di taman nih Gon, rasanya lgsg pengen nyanyi lagu PDA-nya John Legend..

“Let’s go to the park.. I wanna kiss you underneath the stars!” haha padahal ke tamannya siang-siang, ga ada bintang.

Terus eh, tiba2 ada kupu-kupu nih Gon! Langsung pengen nyanyi lagu Butterfly-nya JAZON MRAS. HAHA Jason mraz deng. (padahal isi lagu sama binatang kupu2nya ga nyambung haha)

Pokonya aku pengen nyanyi di setiap detik hidupku, haha edan berlebihan. Ga gitu juga sih Gon, tapi ngerti kan? Dan mulut aku tuh GATBANG (GATEL BANGET) kalo uda denger2 kata-kata yang memicu aku untuk bernyanyi, semacam kata-kata PERANGSANG haha. Contoh:

F (HAHA knapa F lagi): eh makan dimana nih?

U: terserah

Kya: Terserah.. kali ini.. sungguh aku takkan perduli.. ku tak sanggup lagi..

HM YAYA. Tapi beneran loh Gon, aku gatau knapa aku seperti ini. Apakah ini adalah suatu kelainan? Ga sih, ga mungkin aku kelainan, Gon. Kya kan gaul dan baru beli blackberry bold (HAHA SOMBONG DAN PAMER GIRL). Yaya, eh iya nih btw seneng banget baru dibeliin BB sama orang tua, Gon! Ciee BB maen singkat aja skarang mentang-mentang uda punya. Hehe. Oke balik lagi ke si hobi nyanyi itu ya Gon, sayangnya nyanyi itu susah. Banyak banget dah pantangannya!

Kadang aku harus tahan-tahan HASRAT dan NAFSU yang menggebu-gebu untuk SEKS haha BOONG DENG, Gon! Maksud aku makan gorengan! Padahal gorengan kan paling enak! Soalnya digoreng.. hm yaya. Haha, dan kalo misalnya abis makan gorengan atau makanan yg pedes-pedes, atau coklat, duh tenggorokan rasanya kaya ada AIR LIUR yang MENYANGKUT abadi terus ngekos di tenggorokan! Gila gila, terus kalo misalnya mau nyanyi jadi harus BATUK STYLE mulu yaitu ehem ehem sebelom nyanyi. Ga bagus, bener-bener jelek style. Ga suka suka. Haha yaya soksok perfeskionis. Eh perfeksionis haha salah ketik style. Haha apaan sih kebanyakan ‘style’ ya Gon?

Aku harus banyak minum air putih dan hindari air hitam (coca cola HMM YAYA HAHA), apalagi kalo uda ada lomba karoke antar.. antar teman? Haha, pokonya ga boleh SERAK STYLE kalo mau karoke! Kalo ga, aku bisa bisa ga ALL OUT dong? Oh my, seorang kya itu harus TOTALITAS dalam bernyanyi! Dan pasti semua menga-nga melihatku bernyanyi dan berdansa (haha dansa dimana neng? Ruang karoke juga kecil ada juga nabrak meja haha), karena aku adalah kya, si blackberry girl WOOO HAHA pis pis, kampungan nih Gon baru beli, make aja ga bisa haha.

Yaya, tapi walau banyak pantangannya aku tetap bernyanyi loh Gon! Tapi daritadi aku ngomong-ngomong ttg nyanyi, sebenernya ini cuma hobi aja ko. Jadi ga pernah tampil juga dimana-mana, HEHE berasa artis aja aku sok-sok berpendapat ttg menyanyi haha, nah kalopun sekarang ada gorengan di depan mata aku, HAJAR BLEH! HAHA ya aku pasti makan, Gon! Haha dasar aku si inkonsisten.”

Goni: “HUWAWWWW GILA GILA, KYA! Mentang-mentang uda mau taun baru langsung monolog ya! Hehe tuh kan gw aja sampe ga nyambung nih, gila lo! Eh eh.. Yaudah gimana kalo kita karoke aja yu skarang!”

Kya:” Ayo! Haha daritadi kek! Kan bentar lagi taun baru!” (Haha ga nyambung juga)

Begitulah dialog siang itu, dan abis itu aku lgsg karoke sama Goni. Seru lah ya, tapi aku rasa Goni rada-rada fales deh kalo uda sampe not Re tinggi, jadi suka ga masuk kalo duet, kaya waktu pas lagu Terpesona-nya Glenn Friendly (HM GHUARING) dan Audy. Suka bête (wets huruf e nya dibaca pake penekanan!) jadinya, haha tapi gpp ko, lumayanlah si Goni, bisa dibeli, dan bentar lagi taun baru jadi diampuni lah ya. Haha!

Beres karokean sama Goni, gataunya Goni ditelfon di tengah-tengah jalan lagu nganterin aku pulang, sama mamahnya! ternyata papahnya masuk rumah sakit! Kasian Goni, padahal kan sebentar lagi taun baru, pikirku (haha tetep ya pake ‘pikirku)’.

Tapi ga lama kemudian, aku yg harus dikasihani. Karena Goni begitu gugup, dan takut, eh dia malah NURUNIN AKU DI TENGAH JALAN!

ARGH! Dia nurunin seorang American Girl yang ber-Blackberry Bold di tengah-tengah jalan! Oh God, I’m in deep shit!

Haha, (ko masih bisa ketawa? Haha) aku dengan kebingungannya, merasa bak alien di film alien hm yaya, dan sayangnya aku masih gaptek sama Blackberry Bold yang ga bisa aku unlock ini HAHA jadi ga bisa hubungin siapa-siapa, sial! OH MY, aku KESASAR STYLE! Dan ini salah satu style yang aku ga suka! Huhu.

Lalu aku tiba-tiba inget kata-kata orang, kalo mereka suka naik sesuatu zat haha bukan zat sih, tapi alat transportasi yang namanya ANGKOT.

Hm, mana ya yang namanya angkot?

kya-tika aku berkaca..

Siapa sih aku? Kenapa sih aku kaya gini? Maka dari itu hari ini aku berusaha ngaca. Sebenernya sih tiap hari aku ngaca eh tiap menit deng HAHA harus slalu oke dong tiap saat, Kya gitu! Haha sok cantik. Kata orang kita harus selalu mengaca, eh berkaca, eh apapunlah pokonya di depan kaca. Dan ketika kita telah melakukan itu, kita bisa melihat diri kita yang sebenarnya. Wets, gaya banget pikirku? (haha PIKIRKU, betapa baku-nya, girl!) Maka dari itu aku mikir, yaudah mari kita coba cobi nih, siapa tau aku bisa bener-bener tau siapa diri Kya yang sebenernya. Oke kita mulai.

Aku berdiri di depan kaca, dan aku melihat seorang gadis berumur 18taun, yang..

OH SHIT! BERJERAWAT!

HAHA fak fak, apa-apaan ini? Jadi, gadis berjerawat? Itu kah aku yang sebenar-benarnya? Edan, KECEWA. K E C E W A! Pake SPASI! Haha ga mungkin, lgsg aku coba cobi lagi, ayo mungkin kali ini bisa melihat diri lebih dalam.

Hm, tapi ini emang ada jerawat nih di deket idung sialan haha masih dibahas. Oke skip! Oke.. skarang aku melihat seseorang yang tersenyum. Anehnya orang ini tersenyum pada dirinya sendiri ketika mengaca. Haha sok misterius padahal itu aku deng, si Kya yang selalu senyum kalo abis sisiran (kadang sambil sisiran HAHA gila gila, multitalented dan multitasking) atau lagi pake krim malem. Hm yaya, narsis! Haha.

Selain itu aku juga bisa melihat seseorang dengan wah gaya rambut masa kini nih kayanya, gila siapa nih rambutnya ko bagus banget? HAHA memuji diri sendiri. Iya rambut aku panjang, sepunggung (punggung itu panjang dan ada ukurannya, haha sungguh penjelasan yang jelas), dengan poni GOLEM! (GO lalu LEMPAR!), rambutnya style-nya semacam tangga style yang dimana rambut daerah deket lehernya lebih pendek style daripada yang setelahnya, dan begitu terus menjadi semakin memanjang style haha kebanyakan style. Aku suka rambut aku, walau ga gitu lembut kalo ada seorang lelaki yang mau pegang (haha sial! Tidak sempurna!), tapi posisi rambutku ABSOLUT  & PASTI, selalu sama/per sekon-nya haha.

Dari rambut, aku juga bisa liat si orang ini (padahal ngomongin diri sendiri) cara berpakaiannya boleh banget. Bisa dibeli! Haha, gayanya oke. Perpaduan baju, celana, gelang kalung dan berbagai aksesoris lainnya seperti gelang kalung (haha diulang), bagus. Seleranya keliatan berkelas, kelasnya kelas 3A deh kayanya HAHA apaan coba ga jelas. Aku suka style orang ini. Aku suka saat dia pake tas coklat, tunic putih, jeans biru muda, sepatu moccasins, dan kalung Indian dan gelang kayu coklat (bukan kayu norak yg dipiloks). Perfecto! Aku suka dia, haha hm yaya!

Lalu sedikit turun ke bawah, ooh aku melihat benda berkilauan yang ia genggam! Apakah itu? Dan WOW! Pemirsa, ternyata sebuah Blackberry Bold gila gila! (apaan sih sewot sendiri padahal hape sendiri haha ets bukan hape, blackberry bukan hape, tapi blackberry itu B L A C K B E R R Y pake spasi, HAHA!). Keliatannya masih gress, dan keliatannya masih amatir nih pemiliknya ga bisa nge-UNLOCK keypad blackberry boldnya HAHA.

Tapi di sisi lain, aku bisa melihat sesuatu di mata aku (eh dia maksudnya, haha sial nih gagal bikin narasi sok sok sudut pandang orang ke 2, eh 3, eh 4, eh hmmm skip). Aku melihat kekosongan, bukan karena mataku sipit (ga nyambung, girl!), aku melihat suatu titik kesepian dimana aku merasa ga nyaman. Iya, aku punya banyak teman di dunia ini. Wets lebay, skala-nya dunia haha mentang-mentang pernah skolah di Amerika. Wets tuh kan sombong, wooo hahaha. Tapi rasanya, semua itu hanyalah semu. (HAHA SAY WHAT? SEMU? Gila sok sok pake bahasa puisi lagi!)

Tapi bener, kenapa rasanya aku sendiri ya? Dengan semua yang aku miliki, dengan predikat social butterfly yang aku sandangi. Hm yaya, itu nge-rhyme. Wets sok inggris, haha!

Mungkin memang setiap orang punya sisi dimana mereka ngerasa kesepian, dan begitu sendiri. Tapi untuk aku, Kya, aku sebenernya ga ngerasa sendiri-sendiri amat sih. KAN ADA BLACKBERRY MESSENGER HEHEHEHE.

Gila, inkonsisten! Haha, well this is me. Kiara Caesaria Luminasati.

:)