<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hey, I&#8217;m back..</title>
	<atom:link href="http://thursdaypeople.com/kiaracaesaria/hey-im-back/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thursdaypeople.com/kiaracaesaria/hey-im-back</link>
	<description>sebuah projek sastra multidimensional</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 20:14:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: gogo</title>
		<link>http://thursdaypeople.com/kiaracaesaria/hey-im-back/comment-page-1#comment-1174</link>
		<dc:creator>gogo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 14:57:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thursdaypeople.com/?p=277#comment-1174</guid>
		<description>bagi saya tidak usah jauh-jauh untuk mengambil contoh menikah antar agama. bagaimana kalau ketika kita menyebutkan Allah bagaimana perasaan orang non-muslim yang ketika itu langsung mendengarnya. mereka pasti bergidik, mempunyai perasaan berbeda. gapercaya? coba anda dengar ketika orang non-muslim mengucapkan. &quot;tuhan yesus&quot; (misal) apa anda ga bergidik? apa anda ga merasa aneh? jujur aja saya sih iya, semua manusia itu sama. tetapi dalam Islam kita harus menyebut tuhan itu Allah, mereka juga demikian harus menyebutkan nama agung tuhan mereka. kemungkinan mereka berpikir mengapa ada tuhan selain dari tuhan mereka, padahal orang banyak bilang bahkan dikitab bahwa tuhan itu hanya 1. ini yang saya bingung, ingin bertanya tapi pasti jawabannya kita harus yakin akan agama sendiri. memiliki pandangan berbeda boleh kan? jadi kita semua itu manusia dan sama. jujur saja saya malah sekarang lebih sering menyatakan &quot;tuhan saya&quot; agar lebih universal, walaupun katanya gaboleh tapi kita menjaga perasaan orang lain gapapa kan? toh demi kebaikan. kalau tidak boleh mengapa begitu banyak agama yang jadi agak sedikit membedakan manusia didunia? iya ga? CMIIW</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi saya tidak usah jauh-jauh untuk mengambil contoh menikah antar agama. bagaimana kalau ketika kita menyebutkan Allah bagaimana perasaan orang non-muslim yang ketika itu langsung mendengarnya. mereka pasti bergidik, mempunyai perasaan berbeda. gapercaya? coba anda dengar ketika orang non-muslim mengucapkan. &#8220;tuhan yesus&#8221; (misal) apa anda ga bergidik? apa anda ga merasa aneh? jujur aja saya sih iya, semua manusia itu sama. tetapi dalam Islam kita harus menyebut tuhan itu Allah, mereka juga demikian harus menyebutkan nama agung tuhan mereka. kemungkinan mereka berpikir mengapa ada tuhan selain dari tuhan mereka, padahal orang banyak bilang bahkan dikitab bahwa tuhan itu hanya 1. ini yang saya bingung, ingin bertanya tapi pasti jawabannya kita harus yakin akan agama sendiri. memiliki pandangan berbeda boleh kan? jadi kita semua itu manusia dan sama. jujur saja saya malah sekarang lebih sering menyatakan &#8220;tuhan saya&#8221; agar lebih universal, walaupun katanya gaboleh tapi kita menjaga perasaan orang lain gapapa kan? toh demi kebaikan. kalau tidak boleh mengapa begitu banyak agama yang jadi agak sedikit membedakan manusia didunia? iya ga? CMIIW</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinda</title>
		<link>http://thursdaypeople.com/kiaracaesaria/hey-im-back/comment-page-1#comment-1167</link>
		<dc:creator>dinda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 16:44:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thursdaypeople.com/?p=277#comment-1167</guid>
		<description>ak baru ngalamin hal kaya gini..baru banget..dan sampe sekarang
sebagai seorang wanita muslimah mungkin memang ditekankan untuk menikah pada yang seagama karna tuntutan suami untuk menjadi imam..
banyak perbedaan pendapat tentang ini, ada yang bilang boleh dan ada yang bilang ga boleh..
sempet mikir &quot;selama bisa saling menghargai, menghormati dan mengingatkan kenapa ga?&quot;
cuma memang masih ragu..
takut salah ambil langkah..
samp[e sekarang pun masih belum nemu jawaban kenapa Tuhan menyiptakan berbagai macam agama tapi tidak mengizinkan mereka untuk bersatu dan saling berbagi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ak baru ngalamin hal kaya gini..baru banget..dan sampe sekarang<br />
sebagai seorang wanita muslimah mungkin memang ditekankan untuk menikah pada yang seagama karna tuntutan suami untuk menjadi imam..<br />
banyak perbedaan pendapat tentang ini, ada yang bilang boleh dan ada yang bilang ga boleh..<br />
sempet mikir &#8220;selama bisa saling menghargai, menghormati dan mengingatkan kenapa ga?&#8221;<br />
cuma memang masih ragu..<br />
takut salah ambil langkah..<br />
samp[e sekarang pun masih belum nemu jawaban kenapa Tuhan menyiptakan berbagai macam agama tapi tidak mengizinkan mereka untuk bersatu dan saling berbagi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ama</title>
		<link>http://thursdaypeople.com/kiaracaesaria/hey-im-back/comment-page-1#comment-1161</link>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 07:40:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thursdaypeople.com/?p=277#comment-1161</guid>
		<description>&quot;Tuhan tidak akan pernah memisahkan hamba-Nya yang saling mencintai&quot;. Gua agak kurang setuju. Selama ini yang gua lihat ada suatu keseimbangan di dalam kehidupan. Pasti ada saatnya dua orang yang saling mencintai dipisahkan. Adam Hawa pernah dipisahkan. Kematian juga memisahkan orang-orang yang saling mencintai. Itu semua tentu ada maksudnya. Jika tidak ada  yang dipisahkan, cinta akan menjadi sesuatu yg biasa, kurang bermakna.

Semakin dalam sakit yang pernah kita rasakan, semakin tinggi kebahagiaan yang akan kita ketahui apabila merasakannya.

Tuhannya orang islam menginginkan hambanya menikah dalam satu agama mungkin bermaksud agar ajaran agamanya tetap terjaga. Dan di zaman dahulu hal ini dilakukan untuk menyebarkan agama islam melalui perkawinan.

Gua orang islam, tapi gua pernah sedikit belajar tentang agama kristen. Kebanyakan orang memiliki agama karena mengikuti agama orang tuanya, bukan karena proses belajar dan meyakininya. Setelah gua sedikit belajar agama kristen banyak keanehan di agama tersebut, seperti yesus yang diangkat sebagai tuhan oleh manusia. Akhirnya yang bener-bener gua yakini adalah islam, tuhannya menjamin bahwa ajarannya (yg ada di al-quran) tidak akan pernah berubah. Beda sama kristen yang sekarang aja ada katolik sama protestan. (sorry yg beragama kristen, gua hanya menyatakan pandangan).

 
Tidak ada salahnya orang non-islam belajar mengenai islam. Mungkin dia bisa masuk islam hhaha.


@fate, jika kita tidak memikirkan ada dunia setelah kematian, untuk apa kita hidup di dunia ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Tuhan tidak akan pernah memisahkan hamba-Nya yang saling mencintai&#8221;. Gua agak kurang setuju. Selama ini yang gua lihat ada suatu keseimbangan di dalam kehidupan. Pasti ada saatnya dua orang yang saling mencintai dipisahkan. Adam Hawa pernah dipisahkan. Kematian juga memisahkan orang-orang yang saling mencintai. Itu semua tentu ada maksudnya. Jika tidak ada  yang dipisahkan, cinta akan menjadi sesuatu yg biasa, kurang bermakna.</p>
<p>Semakin dalam sakit yang pernah kita rasakan, semakin tinggi kebahagiaan yang akan kita ketahui apabila merasakannya.</p>
<p>Tuhannya orang islam menginginkan hambanya menikah dalam satu agama mungkin bermaksud agar ajaran agamanya tetap terjaga. Dan di zaman dahulu hal ini dilakukan untuk menyebarkan agama islam melalui perkawinan.</p>
<p>Gua orang islam, tapi gua pernah sedikit belajar tentang agama kristen. Kebanyakan orang memiliki agama karena mengikuti agama orang tuanya, bukan karena proses belajar dan meyakininya. Setelah gua sedikit belajar agama kristen banyak keanehan di agama tersebut, seperti yesus yang diangkat sebagai tuhan oleh manusia. Akhirnya yang bener-bener gua yakini adalah islam, tuhannya menjamin bahwa ajarannya (yg ada di al-quran) tidak akan pernah berubah. Beda sama kristen yang sekarang aja ada katolik sama protestan. (sorry yg beragama kristen, gua hanya menyatakan pandangan).</p>
<p>Tidak ada salahnya orang non-islam belajar mengenai islam. Mungkin dia bisa masuk islam hhaha.</p>
<p>@fate, jika kita tidak memikirkan ada dunia setelah kematian, untuk apa kita hidup di dunia ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fate</title>
		<link>http://thursdaypeople.com/kiaracaesaria/hey-im-back/comment-page-1#comment-1159</link>
		<dc:creator>fate</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 15:39:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://thursdaypeople.com/?p=277#comment-1159</guid>
		<description>kamu terlalu memikirkan bahwa ada dunia setelah kematian, ada surga dan neraka. manusia hanya bisa bahagia di dunia kesementaraan, karena bersifat sementara manusia bahagia.bia terlalu sulit untuk kamu mengerti, berarti kamu hanya menjalani hidup dengan dangkal

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kamu terlalu memikirkan bahwa ada dunia setelah kematian, ada surga dan neraka. manusia hanya bisa bahagia di dunia kesementaraan, karena bersifat sementara manusia bahagia.bia terlalu sulit untuk kamu mengerti, berarti kamu hanya menjalani hidup dengan dangkal</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
